Senin, 30 Maret 2009

Cara Mengkonfigurasi PHP

Cara mengkonfigur PHP 5.2.4 Basis Windows

Catatan PENTING:

Sebelum Anda melangkah ke tutorial instalasi PHP5 ini, sebaiknya Anda telah menginstall terlebih dahulu software Apache 2.2.6. Proses instalasi dan konfigurasi PHP5 nantinya akan ada kaitannya dengan konfigurasi Apache 2.2.6. Bila Anda belum menginstal Apache 2.2.6, silakan dilirik kembali tutorial mengenai Cara menginstal Apache 2.2.6 basis Windows.

Nah, kalau Anda sudah melewati tahapan di atas, silakan lanjutkan dengan instalasi PHP5 basis windows....

Tahap Konfigur PHP 5.2.4 Basis Windows

  • Langkah 1, pada PHP5 ada sebuah file yang sangat penting dan harus diketahui keberadaannya oleh Sistem Operasi, yaitu file php5ts.dll. Maka bagi Anda yang menggunakan Windows 98/ME, di dalam file AUTOEXEC.BAT tambahkanlah baris SET PATH = C:\PHP;
  • Langkah 2, sedangkan bagi Anda yang menggunakan Windows XP/2003, harus melakukan tahapan sebagai berikut:
    • Masuklah ke dalam Control Panel dan klik pada ikon System (atau Start -> Setting -> Control Panel -> System)
    • klik pada tab Advanced
    • klik pada tombol Environment Variables
    • perhatikan pada System variables, dan carilah baris Path.
    • klik pada tombol Edit atau lakukan klik-ganda pada baris Path untuk melakukan pengeditan pada System Variables.
    • Tambahkan perintah ;C:\PHP (ditulis lengkap dengan tanda titik-koma (;) di depan kalimat C:\PHP) pada baris Path
    • kemudian klik tombol OK untuk mengakhiri proses ini.
    • lakukan Restart pada komputer Anda agar perubahan yang telah dilakukan dapat dikenali dan dijalankan.
  • Langkah 3, carilah file dengan nama php.ini di dalam direktori C:\php
  • Langkah 4, editlah file php.ini tersebut dengan menggunakan program teks editor biasa, misalnya program NotePad™, TextPad™, Crimson Editor™, dan sebagainya. Hindari menggunakan program editor WYSIWYG seperti MS Word, dsb. Aktifkanlah fasilitas penomoran baris atau line numbering (bila ada) untuk memudahkan pembacaan kita.
  • Langkah 5, carilah baris perintah error_reporting = E_ALL (sekitar baris ke-337), dan matikanlah perintah ini dengan cara mengetikan tanda titik-koma (;) di awal baris.
  • Langkah 6, carilah baris error_reporting = E_ALL & ~E_NOTICE (sekitar baris ke-341), dan aktifkan perintah ini dengan menghapus tanda titik-koma (;) di awal baris. Maka hanya kesalahan-kesalahan pemrograman yang fatal yang akan ditampilkan/dilaporkan kepada Anda.
  • Langkah 7, carilah baris perintah display_errors = Off dan ubahlah menjadi display_errors = On (sekitar baris ke-372). Maka kesalahan pemrograman yang terjadi akan ditampilkan di layar browser. Hal ini dilakukan untuk memudahkan kita dalam melakukan pelacakan dan koreksi kesalahan yang terjadi. Langkah ini dianjurkan hanya untuk proses pembelajaran saja. Tetapi ubahlah kembali menjadi display_errors = Off bila server yang Anda miliki merupakan web server aktif yang digunakan untuk umum. Ini demi pertimbangan keamanan
  • Langkah 8, carilah baris perintah register_globals, dan yakinkan bahwa baris register_globals = Off (sekitar baris ke-464) demi pertimbangan keamanan.
  • Langkah 9, carilah baris perintah magic_quotes_gpc = Off dan ubahlah perintah tersebut menjadi magic_quotes_gpc = On (sekitar baris ke-490)
  • Langkah 10, tambahkan baris perintah doc_root = "c:\apache2.2\htdocs" seperti di bawah ini (sekitar baris ke-529)
  • Langkah 11, yakinkan baris dengan perintah extension_dir (sekitar baris ke-536) terisi dengan nama direktori dimana terdapat file-file .DLL (File extension ini berada di direktori C:\php\ext). Dengan demikian baris extension_dir diubah menjadi:
    extension_dir = "C:\php\ext"
  • Langkah 12, aktifkan baris upload_tmp_dir (sekitar baris ke-594) dengan nama direktori yang telah Anda siapkan untuk menampung data-data temporer. Pada contoh ini saya membuat direktori C:\Temp sebagai direktori untuk penampungan data-data temporer. Maka baris perintahnya menjadi:
    upload_tmp_dir = "C:\temp"
  • Langkah 13, tambahkan baris perintah session.save_path = "C:/temp" (sekitar baris ke-999) untuk menampung data-data temporer pada proses session.
  • Langkah 18, kemudian untuk baris perintah Windows Extension biasanya ditulis dibagian akhir dari file php.ini. Periksalah keberadaan baris-baris perintah di sebagai berikut:
    extension=php_mbstring.dll
    extension=php_bz2.dll
    extension=php_gd2.dll
    extension=php_mcrypt.dll
    extension=php_mhash.dll
    extension=php_mime_magic.dll
    extension=php_mysql.dll
    extension=php_mysqli.dll
  • Langkah 14, pengubahan konfigurasi PHP dianggap selesai sampai tahap ini. Sebaiknya dilanjutkan dengan pengubahan konfigurasi APACHE basis Windows, karena ada hubungan yang erat antara konfigurasi Apache dengan PHP.

Catatan PENTING!!!:

Lakukan pengubahan konfigurasi Apache ini setelah Anda selesai melakukan instalasi paket PHP.

Konfigurasi Apache sangat erat hubungannya dengan konfigurasi PHP, maka terjadinya kesalahan konfigurasi pada satu bagian akan mempengaruhi bagian yang lain.

Tahap Konfigurasi Apache 2.2.6 Basis Windows

  • Langkah 1, carilah file httpd.conf yang berada di bawah direktori C:\Apache2.2\conf. Ini bila Anda melakukan proses instalasi mengikuti tutorial sebelumnya di situs ini. Segala pengubahan konfigurasi Apache dilakukan pada file httpd.conf.
  • Langkah 2, editlah file httpd.conf dengan menggunakan program teks editor biasa (seperti Notepad, dsb). Hindari menggunakan program text editor WYSIWYG seperti MS Word, dsb. Bila ada, aktifkan fasilitas penomoran baris (line numbering) pada program teks editor tersebut. Hal ini akan memudahkan kita dalam proses pengeditan berikutnya
  • Langkah 3, bila belum ada, tambahkan dua baris perintah berikut ini: LoadModule php5_module "c:/php/php5apache2_2.dll" dan PHPIniDir "C:/php" pada bagian akhir dari file httpd.conf
  • Langkah 4, tambahkan baris perintah AddType application/x-httpd-php .php sehingga menjadi sebagai berikut (sekitar baris ke-384)
  • Langkah 5, perhatikan baris AddType application di atas. Nama extension yang diberikan adalah .php (nilai defaultnya). Tetapi bila Anda ingin menjalankan file-file PHP dengan nama extension yang berbeda (misalnya: .phtml, .php3, .phps, .html atau .htm), maka bisa saja Anda ubah dengan memberikan baris-baris perintah sebagai berikut:
    AddType application/x-httpd-php .phtml
    AddType application/x-httpd-php .php3
    AddType application/x-httpd-php .html
    AddType application/x-httpd-php .htm
    AddType application/x-httpd-php-source .phps
  • Langkah 6, carilah baris perintah DirectoryIndex (sekitar baris nomor ke-212) berikut ini dan kemudian lengkapi menjadi DirectoryIndex index.html index.php sehingga tampilannya sebagai berikut
  • Langkah 7, matikan prorgam Apache server Anda dan kemudian jalankan kembali. Untuk mematikan Apache sever cukup dengan klik ganda pada ikon Apache Service Monitor, yang akan menampilkan Apache Service Monitor:
  • Langkah 8, klik satu kali pada tombol Restart, maka Apache akan dimatikan dan kemudian secara otomatis dijalankan kembali.
  • Langkah 9, buatlah sebuah file baru untuk uji coba PHP sebagai berikut dan kemudian simpan dengan nama info.php pada direktori web Anda (atau doc_root ). Pada tutorial ini direktori Web berada di C:/Apache2/htdocs/
  • Langkah 10, jalankan file info.php tersebut dengan menggunakan Internet browser Anda dengan mengetikkan http://localhost/info.php pada baris isian Address. Jika yang muncul adalah tampilan seperti di bawah ini, maka berarti Anda telah berhasil menginstal PHP. Selamat!!
  • Langkah 11, perhatikan pada baris Loaded Configuration File (yaitu file php.ini) harus merujuk ke direktori C:\PHP. Bila tidak, maka Anda harus memperhatikan kembali langkah no.(3) di atas (perintah PHPIniDir pada file httpd.conf)
  • Langkah 12, tetapi bila yang muncul adalah bukan seperti tampilan di atas, maka berarti telah terjadi kesalahan. Program web server Apache tidak mengenali file dengan nama ekstensi .php. Maka sebaiknya Anda harus memperhatikan tiga baris berikut di dalam file httpd.conf:LoadModule php5_module "c:/php/php5apache2.dll"
    PHPIniDir “C:/php”
    AddType application/x-httpd-php .php

"Bagaimana sich kriterianya memilih 'rumah' untuk situs internet kita?". "Fasilitas apa aja sich yang perlu kita pertimbangkan dalam memilih web hosting?".

Pertanyaan tersebut diatas sering dilontarkan kepada saya mengenai bagaimana memilih sebuah 'rumah' untuk situs kita. Sebenarnya kita bisa juga meng-analogkan memilih rumah untuk situs kita dengan kehidupan sehari-hari, yaitu memilih rumah tinggal. Apa yang ada di pikiran Anda dalah memilih rumah tinggal? Ada banyak hal, misalnya: lingkungan yang aman, nyaman, bebas banjir (terutama di Jakarta), harga yang bagus (tidak selalu murah bukan?), lokasi yang mudah diakses, waktu tempuh yang minimal, fasilitas lingkungan yang lengkap (sarana kesehatan, sarana olahraga, sarana bisnis, sarana pendidikan, sarana ibadah, dsb). Nah, begitupun juga dengan memilih 'rumah' untuk situs. Apa saja sich? Kita lihat dibawah ini yach....

Rumah untuk apa?

Ya, memilih rumah untuk apa? Untuk rumah tinggal? Untuk bisnis? Atau sekedar untuk investasi? Digunakan untuk apapun nantinya rumah tersebut, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan:

Tabel 1. Fasilitas Web Hosting

Fasilitas

Keterangan

Kapasitas Ruang (space)

Besarnya ruang penyimpanan di dalam harddisk.

Control Panel

Suatu aplikasi yang diberikan kepada sipemilik situs (atau orang yang diberi kuasa) untuk melakukan tugas-tugas administrasi situs, seperti setting DNS, setting user, password, dsb. Control panel ini biasanya diberikan dalam bentuk yang bisa diakses oleh web browser (web based).

Unlimited data transfer

Transfer data yang keluar dari situs maupun yang masuk ke situs kita tidak dibatasi. (jangan disalah-artikan dengan kapasitas bandwidth).

Sub Domain

Nama domain yang menginduk pada domain milik kita. Bila kita memiliki domain dengan nama www.cobacoba.com (Atau bisa juga ditulis cobacoba.com saja), maka sub domainnya bisa berupa: sedang.cobacoba.com, mau.cobacoba.com, dsb.

POP Email

Fasilitas email gratis yang disesuaikan dengan nama domain. Untuk mengakses email biasanya dengan menggunakan aplikasi seperti Eudora, Netscape

WebMail

Fasilitas email yang dapat diakses melalui web browser (Netscape, Microsoft Explorer,dsb). Misalnya seperti YahooMail,BolehMail, EudoraMail, dsb.

E-mail Autoresponder

Fasilitas email balasan yang dilakukan secara otomatis. Isi email balasan dapat disesuaikan oleh sipemilik nama domain.

Email Forwarding

Fasilitas penyaluran email ke alamat email selain di domain tersebut. Misalnya saya@cobacoba.comAlamat email ini telah dilindungi terhadap usaha spam, maka Anda perlu untuk mengubah seting Javascript menjadi enabled untuk dapat membaca email tersebut dapat disalurkan ke kamu@cobacoba.comAlamat email ini telah dilindungi terhadap usaha spam, maka Anda perlu untuk mengubah seting Javascript menjadi enabled untuk dapat membaca email tersebut , maka setiap surat yang masuk ke alamat saya@cobacoba.comAlamat email ini telah dilindungi terhadap usaha spam, maka Anda perlu untuk mengubah seting Javascript menjadi enabled untuk dapat membaca email tersebut akan disalurkan ke kamu@cobacoba.comAlamat email ini telah dilindungi terhadap usaha spam, maka Anda perlu untuk mengubah seting Javascript menjadi enabled untuk dapat membaca email tersebut secara otomatis.

Telnet

Akses server oleh user secara jarak jauh dengan menggunakan aplikasi TelNet. Biasanya dilakukan untuk merubah konfigurasi/setting pengguna, konfigurasi server, uji coba program di server, dsb. Hanya pemilik domain (atau yang diberi kuasa) yang biasanya diberi fasilitas ini. Sangat penting bagi para web developer.

FTP

File Transfer Protocol, yaitu suatu aplikasi untuk menyimpan atau mengambil file-file secara akses jarak jauh.

WAP

Wireless Application Protocol, yaitu suatu aplikasi yang memungkinkan ponsel tertentu menampilkan isi suatu situs melalui ponselnya.

SSI

Server Side Include

SSL

Secure Socket Layer, atau proteksi isi suatu situs dengan mengacak komunikasi data yang ditransferkan melalui internet. Sangat dianjurkan sekali untuk keamanan data-data penting dan rahasia pada situs-situs e-commerce, seperti data nomor kartu kredit, account bank, dsb.

CGI-Bin

Suatu folder di server yang biasanya berisi modul-modul aplikasi yang dapat diakses oleh user. Aplikasi tersebut biasanya dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PERL, C, PHP, dsb.

CGI-Form

Suatu fasilitas form yang menggunakan aplikasi-2 yang berada di dalam folder CGI-Bin diatas.

Guestbook CGI

Fasilitas Buku Tamu, sehingga pengunjung situs kita dapat mengisi dan membaca kesan, komentar, maupun saran dari pengunjung lainnya.

FrontPage Extension

Suatu tambahan aplikasi yang memungkinkan suatu situs yang menggunakan aplikasi MS Frontpage untuk berjalan sesuai dengan desainnya. Biasanya fasilitas ini diperlukan bila situs tersebut dirancang dengan menggunakan aplikasi MS. Frontpage.

Shopping Cart

Fungsinya mirip dengan kereta dorong untuk menyimpan barang-barang belanjaan kita pada saat kita berbelanja di pasar swalayan.

Aplikasi Database server

Aplikasi database server seperti mySQL, Oracle,dsb. Digunakan bila sebuah situs menggunakan database sebagai penunjang operasionalnya.

Bahasa Pemrograman yang didukung

Fasilitas ini biasanya diperlukan terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai web developer. Bahasa yang umum digunakan biasanya PERL, C, PHP, Phyton, dsb.

Virtual Domain

Selain nama domain yang kita miliki tersebut, kita juga dapat membuat beberara nama domain lagi yang ditempatkan hanya dalam 1 server/tempat. Fasilitas ini hanya diperlukan bagi para web developer.

Mailing List

Kelompok komunikasi yang menggunakan email sebagai sarananya, dan biasanya di pimpin oleh seorang moderator.

Counter

Fasilitas penghitung yang menghitung jumlah pengunjung ke situs kita.

Nah, dari sekian banyak fasilitas, mana saja yang benar-benar Anda butuhkan?

Sekarang kita lihat lebih rinci berdasarkan kebutuhan 'rumah' Anda tersebut.

Rumah Pribadi alias Situs Personal

  • Ruang Penyimpanan (Space)

Untuk situs personal kebutuhannya tidak terlalu banyak. Kategori halaman pada situs personal pun biasanya adalah 'About Me', 'Photos', 'Friends', 'My Hobbies', 'GuestBook', dsb. Kalau dijumlah biasanya tidak melebihi 10 halaman tampilan layar. Karenanya kebutuhan ruang penyimpanannya hanya berkisar 2 s/d 5 MB. Kecuali bila pada situs tersebut menggunakan banyak gambar, image, file-file audio/video, maka kebutuhan ruangnya akan melonjak. Dan itu bisa mencapai kapasitas 25 s/d 50 MB.

  • Control Panel

Fasilitas ini tidak bisa diabaikan. Penyedia hosting yang baik harus menyediakan fasilitas ini secara cuma-cuma. Dengan adanya Control Panel, maka sipemilik situs dapat melakukan perubahan status situsnya melalui browsernya dengan mudah dan aman. Sebaiknya fasilitas Control Panel ini dilengkapi dengan fasilitas security (SSL), sehingga data-data yang penting tidak bisa 'diintip' oleh pihak lain yang bermaksud tidak baik.

  • Unlimited data transfer

Fasilitas ini pun harus ada.

  • POP Mail dan Web Mail.

Bisa dua-duanya tersedia, atau minimal salah satunya harus ada. Yang paling mudah diakses adalah jenis WebMail. Sehingga anda dapat mengakses mail box Anda darimana saja di dunia melalui web browser.

  • Email Autoresponder

Yang ini boleh ada. Kalaupun tidak ada, ya tidak apa-apa. Kalau ada, ya itu lebih baik...:)

  • Email Forwarding.

Fasilitas ini sebaiknya ada.

  • FTP

Fasilitas ini wajib ada. Kalaupun tidak ada, biasanya diganti dengan aplikasi tertentu (kadang disebut sebagai Web Manager) yang telah disediakan oleh penyedia hosting (hosting provider) dan berfungsi sama dengan FTP. Gunanya FTP adalah untuk mengupload (maupun download) file ke situs Anda. Jadi penting sekali kan?

  • Counter

Biasanya diberikan cuma-cuma oleh sipenyedia hosting. Kalaupun tidak diberikan, di Internet banyak yang menyediakan jasa counter dengan cuma-cuma. Misalnya, TheCounter.com, FastCounter, dsb

  • GuestBook

Buku Tamu. Ini biasanya ada di situs personal. Kalau tidak disediakan oleh penyedia hosting, di Internet pun banyak yang menyediakan secara cuma-cuma, seperti TheGuestBook.Com, BraveNet, MyGuestPage, dsb.


Catatan:
Mau yang gratisan? Silakan dilirik saja daftar dibawah ini:

BraveNet

www.bravenet.com

Best Of Webmaster

www.bestofwebmasters.com

FreeStuffCenter

www.freestuffcenter.com

Free Tools for webmaster

www.hits4me.com/default.asp

Free Site Tools

www.freesitetools.com

Free Stuff Channel

www.freechannel.net

Homepage Tools

www.homepagetools.com


Bagaimana untuk situs yang lebih 'berat' lagi? Misalnya untuk bisnis? Kita lanjutkan pembahasan kita tentang 'rumah dinas' alias Situs Bisnis.

  • Rumah Dinas alias Situs Bisnis

Sebelumnya kita harus bagi dulu kategori tentang situs bisnis ini. Biasanya bisnis itu ada yang bisnis rumahan, bisnis kecil, bisnis sedang dan bisnis besar. Disini perlu kita lihat segimana sih tingkat kebutuhan dari bisnis tersebut.

  • Ruang Penyimpanan (Space)

Untuk bisnis berskala kecil, dapat dikatakan bahwa kebutuhannya tidak jauh dari situs personal. Apalagi bagi mereka yang baru membuka bisnisnya, biasanya fokusnya adalah 'perkenalan diri'. Untuk itu situs kategori ini kebutuhannya tidak terlalu banyak, biasanya adalah 'About Us' atau 'Company Profile', 'Product and Service', 'Contact Us', 'FAQ', 'GuestBook', dsb. jumlah item/barang/jasa yang ditawarkan biasanya berkisar 10 - 50 item.

Kalau dijumlah biasanya tidak melebihi 10 halaman tampilan layar. Karenanya kebutuhan ruang penyimpanannya hanya berkisar 2 s/d 5 MB. Kecuali bila pada situs tersebut menggunakan banyak gambar, image , file-file audio/video, maka kebutuhan ruangnya akan melonjak. Dan itu bisa mencapai kapasitas 25 s/d 50 MB.

Untuk bisnis berskala menengah, secara umum topik situsnya tidak berbeda dengan bisnis skala kecil. Dalam arti topiknya adalah: 'About Us', 'Product & Services', 'Contact Us', 'FAQ', 'Guestbook'. Karena jumlah produknya sudah semakin banyak, lebih dari 50 items, maka kebutuhan kapasitas ruang penyimpanannya sebaiknya diatas 50 MB. Perlu juga dipertimbangkan untuk mulai menggunakan database, sehingga sangat membantu dalam proses updating situs. Sekarang bayangkan saja kalo jumlah item semakin banyak, dan melakukan updating situs secara manual... wah... bisa-bisa ketinggalan kereta tuch...:)

Bisnis berskala besar, topiknya juga sama: 'About Us', 'Product & Services', ' Contact Us', 'FAQ', 'Guestbook'. Dan sebaiknya diberi fasilitas pencarian item (Search), penjelajahan item per kategori (Browse Category). Penggunaan database sangat dianjurkan sekali (nah lho... ini sudah menggunakan kata 'sangat' ditambah lagi dengan kata 'sekali'...:). Kenapa? Karena jumlah item yang ditawarkan biasanya sudah sangat banyak (diatas 100 item). Juga, untuk isi (berita, press release, what's new, dsb) ditampilkan dengan menggunakan trik2 database. Hmm... semakin rame yach.. tapi semakin mengasyikkan kok....

Kapasitas ruang sebaiknya diatas 250 MB. Lebih besar akan lebih baik.... Apalagi kalo memerlukan banyak gambar-2 pendukung (gambar/foto produk), tentu kebutuhan space akan semakin membengkak.....

  • Control Panel

Sekali lagi fasilitas yang ini adalah WAJIB! Tidak ada tawar menawar lagi. OK?!

Spesifikasi lainnya seperti:

  1. Unlimited data transfer
  2. POP Mail dan Web Mail.
  3. Email Autoresponder
  4. Email Forwarding.
  5. FTP
  6. Counter
  7. GuestBook

Keterangannya dapat dilihat di pembahasan sebelumnya.

Masa cuman segitu? Nggak ada kriteria tambahan lainnya? Ah.. ternyata masih ada tuh, misalnya seperti:.....

Sistem Operasi yang digunakan di server tersebut.

Umumnya ada 3 sistem operasi yang digunakan, yaitu: MS Windows NT, Unix/Linux, dan BSD. Tentukan yang mana yang familiar dengan Anda. Ini ada hubungannya dengan software yang digunakan oleh Anda dalam membuat situs. Bila Anda menggunakan MS FrontPage, dan banyak menggunakan fasilitas2 otomasi di dalam frontPage, maka sebaiknya Anda memilih hosting dengan sistem operasi Windows. Dan tanyakan juga pada ada hosting providernya apakah telah mendukung penggunaan aplikasi Frontpage (biasa disebut dengan MS Frontpage extension server). Begitupun bila Anda menggunakan database Microsoft Access dan bahasa pemrograman/scripts ASP, sebaiknya memilih hosting Windows.

Bagaimana dengan hosting Unix/Linux? Bisa dikatakan hosting jenis inilah yang paling banyak disediakan dan digunakan di seluruh dunia. Pertimbangannya pertama karena masalah security yang lebih terjamin dan sistemnya yang lebih handal/stabil. Kedua, mendukung database RDBMS (Relational Database Management System) yang luas seperti Oracle, Sybase, MySQl. PostgreSQL,dsb. Tanyakan pada hosting providernya, database apa yang didukung oleh mereka. Umumnya MySQL banyak digunakan, karena dinilai sangat handal dan juga GRATIS!!! :) Begitupun dengan bahasa pemrograman/scripts yang digunakan umumnya adalah PHP (saat ini telah sampai versi PHP5). Bahasa PHP dinilai mudah digunakan dan handal.

Nah, saya pikir sementara segini dulu deh... Nanti kita sambung lagi dengan topik yang lain... Seperti biasa, bila ada komentar, saran atau pertanyaan... Silakan kirim email saja...

Salam.....

Dimana Mendaftarkan Nama Domain untuk situs Anda?

Nah Anda maunya di mana? Maksudnya begini. Nama domain pada umumnya dapat kita bagi dua: Local Domain (seperti co.id, net.id, or.id, web.id, dsb) dan Top Level Domain (seperti .COM, .NET, .ORG, dsb). Untuk jelasnya silakan lihat kembali artikel "Mengenai Alamat Web (Web Address).

Kalau kita mau mendaftarkan dengan nama Local Domain, maka aturan dan biaya sejelasnya dapat dilihat di situs IDNIC (http://idnic.webindonesia.com/domreg.html). IDNIC dapat dikatakan sebagai lembaga yang mengatur nama-nama local domain yang ada di Indonesia. Secara ringkas dapat kita simpulkan apa saja yang ditawarkan oleh IDNIC ini sbb:

Biaya pendaftaran local domain

Ekstension

Biaya Pendaftaran
(per tahun+PPn 10%)

Keterangan

.co.id

Rp 165.000,-

Digunakan untuk perusahaan.

.ac.id

Rp 165.000,-

Digunakan untuk bidang pendidikan, minimal setara D-1.

.or.id

Rp 165.000,-

Digunakan untuk organisasi non-bisnis

.sch.id

Gratis

Digunakan untuk bidang pendidikan seperti sekolahan.

.mil.id

Rp 165.000,-

Digunakan untuk bidang militer

.go.id

Gratis

Digunakan untuk badan-badan pemerintahan

.web.id

Rp 165.000,-

Digunakan untuk siapa saja.

.war.net.id

Rp 55.000,-

Digunakan untuk bidang jasa warnet (warung internet).

.net.id

Rp 165.000,-

Digunakan untuk perusahaan yang bergerak dibidang penyedia jasa internet (Internet service provider).

Adapun persyaratan umum untuk mendaftar adalah sbb:

  • NO SIUPP (untuk domain .co.id, .web.id)
  • NO KTP pemesan (untuk domain .or.id, .web.id)
  • NO Akta pendirian/SK Rektor (untuk domain .ac.id)
  • Surat Kepala Sekolah (untuk domain .sch.id)
  • Keppres/SK Mentri/SK Gubernur/SK Walikota (untuk .go.id)

Kalau dilihat dari persyaratan diatas, cukup repot juga yach untuk mendaftar local domain...:)

Nah, sekarang bagaimana dengan Top Level Domain?

Untuk Top Level Domain jauh lebih sederhana. Apalagi saat ini sudah begitu banyak biro jasa/agen, atau yang biasa disebut sebagai Registrar, yang menawarkan untuk bantuan pendaftaran. Bahkan banyak yang menawarkan jasanya secara online di Internet. Biayanya pun bervariasi, mulai dari US$ 13 s/d US$ 35 per tahun. Tetapi, disini Anda harus sangat berhati-hati. Harga murah bukan jaminan Anda memperoleh barang yang bagus dengan pelayanan yang bagus pula. Demikian juga dengan harga yang mahal, belum tentu Anda mendapatkan barang yang bagus.

Lalu bagaimana?

Persyaratan Dasar sebuah Registar Domain

  1. Pertama, biro jasa tersebut HARUS Terdaftar/Terakreditasi di ICANN (The Internet Corporation for Assigned Names and Numbers), yaitu organisasi Internasional yang mengurusi masalah nama domain sedunia. Daftar agen pendaftar dapat dilihat selengkapnya di http://www.icann.org/registrars/accredited-list.html. Kalau Anda memilih registar sembarangan, bisa saja terjadi hari ini Anda daftar dan membayar, tetapi keesokan harinya registar tersebut 'menghilang'. Akhirnya kita cuma bisa gigit jari...:)
  2. Yang kedua, berapa besar biaya yang mereka tawarkan. Kalau ini jelas Anda lebih bisa mempertimbangkannya, sesuai dengan kemampuan. Karena biaya yang dikenakan biasanya dalam US$ dan penagihan bisa melalui kartu kredit.
  3. Ketiga, dengan harga 'segitu' fasilitas apa saja yang mereka tawarkan? Misalnya, fasilitas "Control Panel" adalah suatu keharusan. Dengan Control Panel ini Anda leluasa untuk merubah setting domain, seperti alamat Primary Name Server, Secondary Name Server (ini paling penting), nama penanggung jawab domain, dsb.
  4. Ke empat, apakah fasilitas Web Forwarding disediakan secara gratis. Dengan adanya fasilitas Web Forwarding, Anda bisa menempatkan situs Anda di hosting gratisan tetapi memiliki nama sendiri.
  5. Kelima, ada fasilitas Web URL Cloacking yang diberikan secara gratis? Web URL Cloacking biasanya berjalan dengan fasilitas Web Forwarding. Fungsinya, tampilan yang ada pada "Address Bar" adalah nama domain Anda, dan bukannya alamat situs hosting gratisan dimana anda meletakan situs tersebut (spt. Geocities, dsb.). Keren kan?

Fasilitas apa lagi yang perlu? Mungkin fasilitas Email Forwading secara gratis.

Lalu bagaimana, kalau Anda tidak memiliki kartu kredit dan hanya mau membayar dalam Rupiah saja? Tidak masalah! Di Indonesia pun sudah ada registar yang dapat membantu. Misalnya, NamaDomain.Com, Detik.com (www.detik.com). NamaDomain.Com dan Detik.Com memberikan pembelian nama domain dalam Rupiah dan harga yang cukup kompetitif. Untuk jelasnya silakan kunjungi situs NamaDomain.Com atau Detik.Com.

Tidak mau pusing-pusing mengurus masalah domain? Gampang... serahkan saja semua urusan domain ini kepada pihak provider internet atau provider web hosting dimana Anda meletakkan situs. Tapi tentunya ada untung ruginya. untungnya, anda tidak repot. Ruginya, Anda akan kehilangan "Control" atas kepemilikan domain tersebut. Itu saja!

Nah, begitulah penjelasan singkat tentang domain. Masih ada hal lainnya yang belum jelas? Silakan, email saya saja yach...:

Tutorial PHP:
Apa sih PHP itu?


Apa sih PHP itu ? Mungkin itu pertanyaan yang ada di benak rekan-rekan saat mendengar kata PHP. PHP merupakan script yang menyatu dengan HTML dan berada pada server (server side HTML embedded scripting). Dengan PHP ini Anda dapat membuat beragam aplikasi berbasis web, mulai dari halaman web yang sederhana sampai aplikasi komplek yang membutuhkan koneksi ke database.

Sampai saat ini telah banyak database yang telah didukung oleh PHP dan kemungkinan akan terus bertambah. Database tersebut adalah :

  1. dBase
  2. DBM
  3. FilePro
  4. mSQL
  5. MySQL
  6. ODBC
  7. Oracle
  8. Postgres
  9. Sybase
  10. Velocis

Selain itu PHP juga mendukung koneksi dengan protokol IMAP, SNMP, NNTP dan POP3

Tutorial PHP:
Yang dibutuhkan untuk menjalankan PHP

Untuk dapat menjalankan PHP Anda membutuhkan sebuah web server. Anda yang pake Linux dapat menggunakan Apache (www.apache.org) sebagai web servernya. Anda pemakai Windows 98 paling enak menggunakan Personal Web Server (sama2 produk Microsot, keuntungannya bisa sekalian buat belajar ASP). Web server Xitami (www.imatix.com) dapat digunakan apabila Anda menggunakan Windows NT.

Sedangkan PHP-nya sendiri dapat Anda download dari www.php.net. Perhatikan bahwa PHP yang Anda download sesuai dengan sistem operasi komputer Anda (Linux atau Windows).

Install PHP pada Windows 98

  1. Setelah Anda mendapatkan PHP dalam bentuk file zip, segera ekstrak dengan menggunakan WinZip atau pun WinRar.
  2. Ganti nama file php.ini-dist menjadi php.ini.
  3. Copy semua file tersebut (totalnya ada 10 file) ke directory Windows Anda (biasanya C:\Windows).
  4. Langkah selanjutnya adalah mengganti setting pada registry Windows.
  5. Dari menu Start, pilih Run.
  6. Ketikkan regedit, klik OK.
  7. Buka cabang HKEY_CLASSES_ROOT.
  8. Buat key baru dengan cara klik kanan pada HKEY_CLASSES_ROOT, pilih New - Key.
  9. Beri nama key tersebut dengan .php3.
  10. Pada panel sebelah kanan klik 2x pada [Default] dan isi dengan php3file.
  11. Buat key baru lagi pada HKEY_CLASSES_ROOT.
  12. Beri nama key baru tersebut dengan php3file.
  13. Pada php3file, buat key baru dengan nama Shell.
  14. Pada php3file\Shell, buat key baru dengan nama Open.
  15. Pada php3file\Shell\Open, buat key baru dengan nama Command.
  16. Pada panel sebelah kanan klik2x pada [Default] dan isi dengan C:\Windows\php.exe.
  17. Buka key HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\
    Services\W3SVC\Parameters\Script Map.
  18. Pada panel sebelah kanan buat string value baru dengan cara klik kanan (pada panel sebelah kanan), pilih New - String Value.
  19. Beri nama dengan .php3.
  20. Klik 2x pada .php3 tersebut.
  21. Isi dengan C:\Windows\Php.exe.
  22. Untuk mengecek apakah PHP Anda sudah terinstall dengan baik, tulis kode berikut ini dan simpan dengan nama test.php3.

Jika PHP sudah terinstall dengan baik maka saat file tersebut dibaca dari browser akan terlihat informasi mengenai PHP.

Tutorial PHP:
Menginstall PHP Triad

Selama ini Anda mungkin hanya mengenal Personal Web Server (PWS) sebagai web server untuk menjalankan PHP pada sistem operasi Windows 9x. Padahal selain PWS Anda juga bisa menggunakan Apache sebagai web servernya. Untuk menginstall Apache for Windows Anda dapat menggunakan PHP Triad yang merupakan "kumpulan" dari berbagai software yaitu:

  1. PHP - 4.0.5
  2. MySQL - 3.23.32 (database server)
  3. Apache - 1.3.14 (web server)
  4. PHPMyAdmin - 2.1.0 (untuk administrasi database)
  5. Perl - nsPerl 5.005_03

Jadi dengan menginstall PHP Triad Anda dapat menggunakannya untuk belajar PHP, Perl dan database MySQL. Untuk menginstall PHP Triad caranya adalah sebagai berikut:

1

Download PHP Triad di http://www.phpgeek.com

2

Untuk memulai proses install, klik 2x pada file yang baru Anda download tersebut dan tunggu sampai proses install selesai.

3

Untuk menjalankan Apache, klik Start - Programs - PHP Triad - Start Apache.

Untuk menjalankan MySQL, klik Start - Programs - PHP Triad - Start MySQL.

4.

Untuk mengecek Apache, klik shortcut Launch Site. Jika pada browser muncul tulisan "Welcome to PHPTriad for Windows ... " maka proses install yang Anda lakukan berhasil.

5.

Untuk mengecek MySQL, klik Start MySQL dan PHPMyAdmin. Jika Anda melihat tulisan "Welcome to phpMyAdmin..." berarti proses install berhasil.

6.

Sampai di sini proses intall telah selesai. Jika sewaktu-waktu Anda ingin mencoba script PHP dan database MySQL Anda harus menjalankan Apache dan MySQL terlebih dahulu.

tambahan :

Letakkan script PHP Anda di C:\apache\htdocs.

Tutorial PHP:
Sintaks dasar PHP

Ada empat macam cara penulisan kode PHP, yaitu :

<% echo ("kalau yang ini mirip dengan ASP"); %>

Anda bisa memilih salah satu dari empat cara tersebut. Tapi yang paling sering digunakan adalah cara pertama dan kedua. Perhatikan bahwa tiap akhir baris harus selalu diberi tanda titik koma (;).

Seperti pada bahasa pemrograman lain Anda pun bisa meletakkan baris komentar pada program Anda. Pada PHP caranya adalah dengan meletakkan komentar tersebut di sebelah kanan tanda // jika komentar satu baris dan di antara /* dan */ jika komentarnya lebih dari satu baris.

Tutorial PHP:
Tipe Data


PHP mengenal tiga macam tipe data, yaitu :

1. Integer
2. Floating point number
3. String

Integer

Yang termasuk dalam tipe data ini adalah bilangan bulat (tidak pakai koma). contoh :

$a = 1234 // desimal
$b = - 1234 // negatif
$c = 0123 // oktal
$d = 0x12 // heksadesimal

pernyataan seperti $a = 1234 disebut pernyataan penugasan. Dalam contoh tersebut maksudnya adalah memberikan nilai 1234 ke variabel $a.

Floating point number

Disebut juga bilangan pecahan. Terdapat tanda titik yang merupakan pemisah antara bagian bulat dan pecahan.

$a = 1.234 // bentuk biasa
$b = 1.2e3 // bentuk eksponensial

Strings

$a = "ini adalah tipe data string"

Tutorial PHP:
Array


Array merupakan tipe data terstruktur yang berguna untuk menyimpan sejumlah data yang bertipe sama. Bagian yang menyusun array disebut elemen array, yang masing-masing elemen dapat diakses tersendiri melalui indeks array.

Array berdimensi satu

Kode di atas bila dijalankan pada browser, akan muncul tulisan :

Kota favorit saya adalah Malang.

Indeks array dimulai dari 0. Jadi indeks array 0 menyatakan elemen pertama dari array, indeks array 1 menyatakan elemen array kedua, dan seterusnya.

Array multidimensi

Yang termasuk dalam tipe data ini adalah bilangan bulat (tidak pakai koma). contoh :

array(
"warna" => "merah",
"rasa" => "manis"
),
"pisang" => array(
"warna" => "kuning",
"rasa" => "manis"
)
);

print ("Warna buah apel adalah ");
print ($buah["apel"]["warna"])."
";
print ("Rasa buah pisang adalah ");
print ($buah["pisang"]["rasa"]);
?>

Kode di atas akan menghasilkan tulisan

Warna buah apel adalah merah
Rasa buah pisang adalah manis

Tutorial PHP:
Pengulangan dengan For

Seperti halnya bahasa pemrograman lain, PHP juga menyediakan fasilitas untuk melakukan pengulangan. Salah satunya adalah dengan menggunakan For.



Pengulangan



for ($count = 1; $count <= 10; $count++)
{
print ("Ini adalah baris ke-$count
");
}
?>


Jika script di atas dijalankan maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.

Ini adalah baris ke-1
Ini adalah baris ke-2
Ini adalah baris ke-3
Ini adalah baris ke-4
Ini adalah baris ke-5
Ini adalah baris ke-6
Ini adalah baris ke-7
Ini adalah baris ke-8
Ini adalah baris ke-9
Ini adalah baris ke-10

Pada saat baris pengulangan (yang dimulai dari for ($count = 1; $count <= 10; $count++)) dijalankan untuk pertama kali, maka nilai $count adalah 1. Oleh karena itu baris paling atas yang tercetak pada browser adalah:

Ini adalah baris ke-1

Pengulangan tersebut akan terus dijalankan selama nilai $count lebih kecil atau sama dengan 10.

Tutorial PHP:
Pengulangan dengan While

Selain dengan For, kita juga dapat melakukan pengulangan dengan menggunakan While.



Pengulangan dengan while


$count = 1;
while ($count <=10)
{
print ("Baris nomer $count
");
$count = $count + 1;
}
?>



Jika script di atas dijalankan maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.

Baris nomer 1
Baris nomer 2
Baris nomer 3
Baris nomer 4
Baris nomer 5
Baris nomer 6
Baris nomer 7
Baris nomer 8
Baris nomer 9
Baris nomer 10

Pengulangan tersebut akan terus dijalankan selama nilai $count lebih kecil atau sama dengan 10.

Tutorial PHP:
Mengenal function

Function atau merupakan sejumlah pernyataan yang dikemas dalam sebuah nama. Nama ini selanjutnya dapat dipanggil berkali-kali di beberapa tempat pada program.

Tujuan penggunaan fungsi adalah:
- Memudahkan dalam mengembangkan program
- Menghemat ukuran program

Untuk membuat fungsi, harus mengikuti syntax sebagai berikut:

function namafungsi ($parameter1, $parameter2)
{
pernyataan1;
pernyataan2;
}

Contoh 1 : membuat fungsi yang tidak mempunyai parameter
Nama file : fungsi1.php

function BukaTabel()
{
echo "

cellpadding=0 bgcolor=#555555>
\n";
echo "bgcolor=#ffffff>
\n";
echo "
";
}

function TutupTabel()
{
echo "

\n";
}
?>



Latihan Fungsi 1


BukaTabel();
print ("Ini tabel pertama");
TutupTabel();
print ("
");

BukaTabel();
print ("Ini tabel kedua");
TutupTabel();
?>

Contoh 2 : membuat fungsi yang mempunyai parameter
Nama file : fungsi2.php

function BukaTabel($warna1, $warna2)
{
echo "

cellpadding=0 bgcolor=\"$warna1\">
\n";
echo "bgcolor=\"$warna2\">
\n";
echo "
";
}

function TutupTabel()
{
echo "

\n";
}
?>



Latihan Fungsi 2


BukaTabel("red", "#dddddd");
print ("Ini tabel pertama");
print ("");
print ("");
print ("");
print ("");
print ("
Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3
");
TutupTabel();
print ("
");
BukaTabel ("blue", "white");
print ("Ini tabel kedua");
TutupTabel();
?>

Fungsi pd PHP yang berhubungan dg file

integer fopen(string filename, string mode)

Fungsi ini digunakan untuk membuka file terlebih dahulu sebelum dilakukan proses penulisan atau pembacaan isi file.

contoh :

if(!($myFile = fopen ("http://localhost/php/dataku.txt", "r")))
{
print ("Gagal membuka file");
}
while (!feof($myFile))
{
$line = fgetss($myFile,255);
print ("$line \n");
}
fclose ($myFile);
?>

Untuk mengetahui dengan jelas fungsi fopen, silakan mencoba sendiri dengan berbagai mode yang ada seperti yang tercantum di bawah ini.

Mode

Operasi

r[b]

hanya pross baca[binary]

w[b]

hanya proses write, jika file belum ada maka akan dibuat file baru, jika file sudah ada maka isi file akan "ditimpa" oleh isi file yang baru [binary]

a[b]

menambahkan ke isi file yang sudah ada [binary]

r+[b]

baca dan tulis [binary]

w+[b]

baca dan tulis jika file belum ada maka akan dibuat file baru, jika file sudah ada maka isi file akan "ditimpa" oleh isi file yang baru [binary]

a+[b]

baca dan tulis, isi file yang baru ditambahkan setelah baris terakhir pada file yang sudah ada [binary]

string fgets (integer file_handle, integer length)

Fungsi ini digunakan untuk membaca string atau isi dari sebuah file.

contoh :

if($MyFile = fopen("data.txt", "r"))
{
while (!feof($MyFile))
{
$MyLine = fgets ($MyFile, 255);
print ($MyFile);
}
fclose ($MyFile);
?>

Jika Anda menjalankan script di atas maka yang nampak pada browser adalah isi dari file data.txt.

Fungsi pd PHP yang berhubungan dg file

boolean fclose(integer file_handle)

Digunakan untuk menutup file.
Lihat contoh sebelumnya.

boolean feof (integer file_handle)

Fungsi ini akan mengembalikan nilai true jika pointer terletak pada bagian akhir dari file (baris terakhir).

while (!feof($MyFile))
{
$MyLine = fgets ($MyFile, 255);
print ($MyFile);
}

Contoh di atas maksudnya adalah selama belum mencapai "baris terakhir" dari file (posisi pointer terakhir) maka program akan terus membaca isi file. Pendeknya program tersebut akan membaca keseluruhan isi dari file.

boolean file_exists(string filename)

Fungsi ini akan mengembalikan nilai true jika file yang dibaca exists (ada).

if (file_exists("data.txt"))
{
print ("Terdapat file data.txt");
}
else
{
print ("Tidak terdapat file data.txt");
}

Jika pada current direktory terdapat file data.txt maka program akan menampilkan tulisan "Terdapat file data.txt" (tidak pakai tanda petik).

Membuat buku tamu

Buku tamu ini terdiri dari 2 file, file pertama bernama guestbook.php3 yang merupakan file utama. File kedua bernama entry.dat yang digunakan untuk menyimpan isi buku tamu.



Contoh Guestbook www.klik-kanan.com



BUKU TAMU

dari www.klik-kanan.com












" method="post">








Nama
Email
Homepage
Komentar





$today = getdate();
$bulan = $today[month];
$mday = $today[mday];
$tahun = $today[year];
$tanggal = "$bulan $mday, $tahun";

$file = fopen("entry.dat","w");

$parsed_message = strip_tags($message,",");
$parsed_message_br = str_replace("\n","
",$parsed_message);
$today = date( "Ymd", time() );
$message_table ="


$tanggal
Nama : $name
Email : $email
Homepage : $url
Komentar :$parsed_message_br

";

fputs($file,"$message_table \n $buffer");
fclose($file);
}
else if ($view_guestbook == "View Guestbook"){

$filesize = filesize("entry.dat");
$file = fopen("entry.dat","r");
$buffer = fread($file,$filesize);
echo "$buffer";
fclose($file);

}
?>





Membuat counter image

Counter ini terdiri dari 3 file utama, file pertama bernama acounter.php3 yang merupakan halaman web yag digunakan untuk menampilkan counter. Jumlah pengunjung disimpan pada file kedua yang bernama acount.txt. File terakhir adalah file ip.txt yang digunakan untuk menyimpan ip address pengunjung web.



Contoh Counter dengan image www.klik-kanan.com


www.klik-kanan.com




- Anda pengunjung ke -



// letak image animasi
$animated_img = "http://localhost/php/counter/ani/";

// Berapa digit yang ditampilkan
$padding = 6;

// ukuran lebar dan tinggi file image
$width = 16;
$height = 22;

// letak file log
$fpt = "acount.txt"; //

$lock_ip =0; // IP locking, 1=ya 0=tidak
$ip_lock_timeout =30; // dalam menit
$fpt_ip = "ip.txt"; // file IP log

function checkIP($rem_addr) {
global $fpt_ip,$ip_lock_timeout;
$ip_array = file($fpt_ip);
$reload_dat = fopen($fpt_ip,"w");
$this_time = time();
for ($i=0; $i< ($time_stamp+60*$ip_lock_timeout)) { if ($ip_addr == $rem_addr) { $found=1; } else { fwrite($reload_dat,"$ip_addr|$time_stamp"); } } } fwrite($reload_dat,"$rem_addr|$this_time\n"); fclose($reload_dat); return ($found==1) ? 1 : 0; }

if (!file_exists($fpt)) {
$count_dat = fopen($fpt,"w+");
$digits = 0;
fwrite($count_dat,$digits);
fclose($count_dat);
}
else {
$line = file($fpt);
$digits = $line[0];
if ($lock_ip==0 || ($lock_ip==1 && checkIP($REMOTE_ADDR)==0)) {
$count_dat = fopen($fpt,"r+");
$digits++;
fwrite($count_dat,$digits);
fclose($count_dat);
}
}
$digits = sprintf ("%0".$padding."d",$digits);
$ani_digits = sprintf ("%0".$padding."d",$digits+1);
echo "

\n";
$length_digits = strlen($digits);
for ($i=0; $i < $length_digits; $i++) { if (substr("$digits",$i,1) == substr("$ani_digits",$i,1)) { $digit_pos = substr("$digits",$i,1); echo ("
\n");
}
else {
$digit_pos = substr("$ani_digits",$i,1);
echo ("
\n");
}
}
echo "
\n";
?>



Membuat collapse menu


';
class submenu {

var $urls;
var $desps;
var $cot;
var $id;
//easily modify you menu symbols, can also use image tags
var $openSymbol = '(+)';
var $closedSymbol = '(--)';
var $itemBranch = ' &nbsp|---';

function create($id) {
$this->cot=0;
$this->id=$id;
}

function add($url, $desp) {
$this->urls[$this->cot]=$url;
$this->desps[$this->cot]=$desp;
$this->cot++;
}

function open() {
$i=0;
while($i<$this->cot) {
if ($i==0) {
global $PHP_SELF;
echo ''.$this->closedSymbol.$this->desps[0].'
';
}
else {
echo $this->itemBranch.'urls[$i].'">'.$this->desps[$i].'
';
}
$i++;
}

}

function close() {
global $PHP_SELF;
if (! $this->id){

} else {

echo 'id.'">'.$this->openSymbol.$this->desps[0].'
';

}

}

}

class menu {

var $submenus;
var $cot;
var $id;

function create() {
$this->cot=0;
$this->id=2;
}

function add($submenu) {
$this->submenus[$this->cot]=new submenu;
$this->submenus[$this->cot]=$submenu;
$this->cot++;
}

function show() {
$i=0;
$tmp = new submenu;
while ($i<$this->cot) {
$tmp=$this->submenus[$i];
if ($tmp->id==(string)$this->id) {
$tmp->open();
}
else {
$tmp->close();
}
$i++;
}
}

function hide() {
$tmp = new submenu;
$tmp->close();
}
}

$sm_1=new submenu;
$sm_1->create('1');
$sm_1->add('',' Download File');
$sm_1->add('http://www.winxpinfo.com','Windows XP');
$sm_1->add('http://www.freestuffhome.net','Gratisan');
$sm_1->add('http://www.adcsoft.com','ADC Software');
$sm_1->add('http://www.lutfian.com','Lutfian Software');

$sm_2=new submenu;
$sm_2->create('2');
$sm_2->add('',' Search Engine');
$sm_2->add('http://www.google.com','Google');
$sm_2->add('http://www.yahoo.com','Yahoo');
$sm_2->add('http://www.Altavista.com','Altavista');
$sm_2->add('http://www.searchindonesia.com','Search Indonesia');

$sm_3=new submenu;
$sm_3->create('3');
$sm_3->add('',' Tutorial Klik-Kanan.com');
$sm_3->add('http://www.klik-kanan.com/tutorial/perl/index.shtml','Perl');
$sm_3->add('http://www.klik-kanan.com/tutorial/registry/index.shtml','Registry');
$sm_3->add('http://www.klik-kanan.com/tutorial/php/index.shtml','PHP');
$sm_3->add('http://www.klik-kanan.com/desainweb/html/index.shtml','Desain Web');

$sm_4=new submenu;
$sm_4->create('4');
$sm_4->add('',' Berita');
$sm_4->add('http://www.detik.com','Detik');
$sm_4->add('http://www.detikinet.com','Detikinet');
$sm_4->add('http://www.kompas.com','Kompas');
$sm_4->add('http://www.Astaga.com','Astaga');

$m_1=new menu;
$m_1->create();
$m_1->add($sm_1);
$m_1->add($sm_2);
$m_1->add($sm_3);
$m_1->add($sm_4);

if ($action=='') {
$m_1->show();
}


if ($action=='open') {
$m_1->id=$id;
$m_1->show();
}

if ($action=='close') {
$m_1->id=$id;
$m_1->hide();
$m_1->show();
}

echo '
';
?>


sumber : http://phpclasses.upperdesign.com/

Menginstall buku tamu Advanced Guestbook

Buku tamu merupakan fasilitas yang biasa terdapat pada suatu situs. Dengan adanya buku tamu tersebut maka memungkinkan pengunjung untuk memberikan saran atau sekedar komentarnya.

Jika Anda ingin menambahkan fasilitas buku tamu pada situs Anda tanpa mau pusing-pusing bikin script-nya, Anda dapat mencoba puluhan script buku tamu gratis dari internet. Salah satu yang cukup baik (yang juga digunakan pada situs ini) adalah Advanced Guestbook.

Untuk menginstall Advanced Guestbook caranya sebagai berikut:

1.

Pertama download dahulu script Advanced Guestbook dari http://www.proxy2.de. Kemudian ekstrak ke folder di dalam C:\Inetpub\wwwroot (jika Anda menggunakan PWS). Misalnya C:\Inetpub\wwwroot\guestbook.

Buka file config.inc.php, kemudian ubah setting pada bagian database setting:

/* database settings */

$GB_DB["dbName"] = "MyGuestbook";// nama database yg
// digunakan
$GB_DB["host"] = "localhost"; // nama host
$GB_DB["user"] = "root"; // username
$GB_DB["pass"] = ""; // password

Dalam contoh ini nama database yang akan digunakan untuk menyimpan buku tamu adalah MyGuesbook.

2.

Dengan menggunakan browser (misalnya Internet Explorer), jalankan file install.php. Jika Anda menginstall Advanced Guestbook di C:\Inetpub\wwwroot\Guestbook maka pada Address bar dari Internet Explorer Anda dapat mengetikkan http://localhost/guestbook/install.php/. Akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini:

Karena sebelumnya kita belum membuat databasenya maka klik pada tombol Create new DB and table. Jika sebelumnya Anda telah membuat tabel MyGuestbook Anda dapat mengklik pada tombol Create table.

3.

Jika proses pembuatan database dan tabel berhasil maka akan muncul pesan sebagai berikut:

Advanced Guestbook
---------------------------------------------------------
Database and Tables were created successfully!


Your new database: MyGuestBook
Your MySQL host: localhost
Your MySQL username: root

Click now here to setup the guestbook admin...

Klik pada link "Click now here to setup the guestbook admin... "

4.

Pada halaman Guestbook - Administration, masukkan username dan password Anda. Saat pertama kali diinstall usernamenya adalah "test" dan passwordnya "123" (tanpa tanda petik).

5.

Jika username dan password yang Anda masukkan benar, maka Anda segera masuk ke halaman G U E S T B O O K A D M I N. Pada halaman tersebut Anda dapat melakukan berbagai setting buku tamu. Misalnya, General Setting digunakan untuk mengatur setting umum dari buku tamu seperti jumlah data per halaman, bahasa, email notifikasi dan sebagainya.

Yang lebih penting lagi adalah Anda harus segera mengubah username dan password defaultnya, demi keamanan data Anda.

6.

Selamat mencoba..........